Jumat, 06 Oktober 2017

PEMOGRAMAN 1 PERTEMUAN KE 2

assalamualaikum wr.wb 

hallo semua apa kabar?.... mudah mudahan selalu sehat selalu ya.
kita kembali lai dengan blog yang masih ngebahas mengenai bahasa java ini 
baiklah di pertemuan kali ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai bahasa java.


oke lanjut saja sekarang kita akan membahas beberapa poit tentang java .
pertama kita akan membahas tentang type data 

1. Integer(Bilangan Bulat)
Tipe data yang masuk menjadi bagian ini adalah byte, short, int dan long. Semua tipe data ini bersifat       Signed, yaitu bisa mempresentasikan nilai positif dan negatif. Tidak seperti tipe data lainnya, Java tidak mendukung tipe data unsigned yang hanya bisa mempresentasikan nilai postif. Untuk jelasnya akan dijelaskan oleh tabel dan penjelasan di bawah ini :
Tipe DataUkuran (bit)Range
Byte8-128 s.d. 127
Short16-32768 s.d. 32767
Int32-2147483648 s.d. 2147483647
Long64-9223372036854775808  s.d. 9223372036854775807
Byte
Type byte umumnya digunakan pada saat kita bekerja dengan sebuah data stream dari suatu file maupun jaringan, yaitu untuk kepeluan proses membaca/menulis. Selain itu, tipe ini juga digunakan saat bekerja dengan data biner yang tidak kompatibel dengan tipe-tipe lain yang didefiniskan di dalam Java. Contoh :

class ContohByte {
 public static void main(String [] args){
  byte a;
  a=127;
  System.out.println(a);
 }
}

Short
Pada umumnya diaplikasikan pada komputer-komputer 16-bit, yang saat ini semakin jarang keberadaanya. Contoh :
class ContohShort {
 public static void main(String[]args){
  short umurWafiy;
  short umurAdit;
  short selisih;
  umurWafiy=23;
  umurAdit=13;
  selisih=umurWafiy-umurAdit;
  System.out.println(“Selisih umur mereka adalah “ + selisih + ” tahun”);
 }
}

Int
Tipe ini merupakantipe yang paling banyak dipakai dalam merepresentasikan angka dalam Java, dikarenakan dianggap paling efisien dibandingkan dengan tipe-tipe integer lainnya. Tipe Int banyak digunakan untuk indeks dalam struktur pengulangan maupun dalam konstruksi sebuah array.Selain itu, secara teori setiap ekspresi yang melibatkan tipe integer byte, short, int, long) semuanya akan dipromosikan ke int terlebih dahulu sebelum dilakukan proses perhitungan. Contoh :
class HitungGaji{
 public static void main(String[]args){
  int gaji=5000000;
  int lamaKerja;
  int besarGaji;
  lamaKerja=4;
  besarGaji=gaji*lamaKerja;
  System.out.println(besarGaji);
 }
}

Long
Tipe ini digunakan untuk kasus-kasus tertentu yang nilainya berada di luar rentang tipe int, karna tipe ini punya range paling tinggi dibanding Integer lainnya. Dengan kata lain, tipe long terpaksa digunakan jika data memiliki range diluar range int. Contoh :
public class MassaPlanet{
 public static void main (String[]args){
  long volum=1864824217374668;
  long massaJenis=77886;
  long massa=volum*massaJenis;
  System.out.println(massa);
 }
}

2. Floating-Point (Bilangan Pecahan)
Tipe floating-point digunakan untuk merepresentasikan nilai-nilai yang mengandung pecahan atau angka decimal di belakang koma, seperti 3.1416,5.25, dan sebagainya. Bilangan semacam ini disebut sebagai bilangan riil. Dalam Java tipe ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu float, dan double. Untuk jelasnya akan dijelaskan oleh tabel dan penjelasan di bawah ini :
TipeUkuranRangePresisi (jumlah digit)
bytesbit
float432+/- 3.4 x 10386-7
double864+/- 1.8 x 1030815
Float
Tipe ini digunakan untuk menandakan nilai–nilai yang mengandung presisi atau ketelitan tunggal (single-precision) yang menggunakan ruang penyimpanan 32-bit. Presisi tunggal biasanya lebih cepat untuk processor-processor tertentu dan memakan ruang penyimpanan setengah kali lebih sedikit dibandingkan presisi ganda (double precision). Permasalahan yang timbul dari pemakaian tipe float untuk nilai-nilai yang terlalu kecil atau justru terlalu besar, karena nilai yang dihasilkan akan menjadi tidak akurat. Contoh penggunaan variabel :
float suhu;
Double
Tipe ini mengandung tingkat ketelitian ganda atau presisi ganda (double precision) dan menggunakan ruang penyimpanan 64-bit untuk menyimpan nilai. Tipe double tentu lebih cepat untuk melakukan perhitungan-perhitungan matematis daripad tipe float. Untuk perhitungan yang bersifat bilangan riil dan menghasilkan hasil yang lebih akurat, maka lebih baik menggunakan tipe double. Contoh :
class KelilingLingkaran {
 public static void main (String[] args) {
  double pi = 3.1416;
  double r = 2.12;
  double keliling;
  keliling = 2*pi*r;
  System.out.println(“Keliling Lingkaran = ”+ keliling);
 }
}
3. Char
Tipe data char merupakan tipe untuk menyatakan sebuah karakter.  Java menggunakan karakter Unicode untuk merepresentasikan semua karakter yang ada . Unicode ialah sekumpulan  karakter yang terdapat pada semua bahasa, seperti bahasa Latin, Arab, Yunani dan lain-lainnya. Karena bahasa Java dirancang untuk dapat diterapkan di berbagai macam platform, maka Java menggunakan karakter Unicode yang membutuhkan ukuran 16-bit. Untuk karakter-karakter yang tidak dapat diketikkan secara langsung melalui keyboard, java menyediakan beberapa escape sequence (pasangan karakter yang dianggap sebagai karakter tunggal). Escape sequence tidak dianggap sebagai String, melainkan tetap sebagai tipe karakter khusus. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa contoh tentang escape sequence.
Escape SequenceKeterangan
\dddKarakter octal (ddd)
\uxxxxKarakter Unicode heksadecimal (xxxx)
\’Petik tunggal
\’’Petik ganda
\\Backslash
\rCarriage return
\nBaris baru (line feed)
\fForm feed
\tTab
\bBackspace
Contoh :
class ContohKarakter {
 public static void main (String[] args) {
  char ch = 65;// 65 merupakan kode untuk karakter A;
  System.out.println(“ch1=”+ch);
  ch++;   //increment(penaikan nilai sebesar 1)
  System.out.println(“ch2 = ”+ ch);
 }
}
 
4. Boolean
Tipe boolean adalah tipe data yang digunakan untuk menampung nilai logika, yaitu nilai yang hanya memiliki dua buah kemungkinan (benar atau salah). Tipe ini ditandai dengan kata kunci Boolean. Dalam bahasa Java, nilai benar dipresentasikan dengan kata kunci true dan nilai salah dengan kata kunci false. Contoh :
class ContohBolean {
 public static void main (String[] args) {
  boolean a = true;
  if (a) {
   System.out.println(“Perintah dilaksanakan ”);
  }//negasi dari a
  If (!a) {
   System.out.println(“Perintah tidak dilaksanakan ”);
  }
 }
}

B. Tipe Data Referensi
1. Class
Kelas dapat didefiniskan sebagai cetak biru (blueprint) atau prototipe/kerangka yang mendefiniskan variabel-variabel (data) dan method-method (perilaku) umum dari sebuah objek. Dengan kata lain kelas adalah sebuah kesatuan yang terintegrasi antara method dan data yang mengacu pada suatu objek.
Dalam dunia permrograman, sebenarnya kelas tidak jauh berbeda dengan tipe data sederhana. Perbedaannya, tipe data sederhana digunakan untuk mendeklarasikan variabel ‘normal’, sedangkan kelas digunakan untuk mendeklarasikan sebuah variabel yang berupa objek. Variabel yang berupa objek ini sering disebut dengan referensi objek (object reference).
Pada saat kita membuat sebuah kelas baru. Sekali didefiniskan, maka tipe data baru ini dapat digunakan untuk membuat suatu objek dari tipe tersebut. Dengan kata lain, kelas adalah pola (template) untuk pembuatan objek, dan objek adalah wujud nyata (instance) dari sebuah kelas. Contoh :
Contoh :
public Class Mahasiswa{
 public String nama;
 public int nrp;
 Mahasiswa(String a, int b){
  nama =a;
  nrp= b;
 }
 public void cetak (){
  System.out.println(“Nama : “+nama+” nrp : “+nrp);
 }
}
Setelah kita membuat sebuah kelas, untuk menggunakannya maka kita harus membuat sebuah instance dari kelas tersebut. Berikut cara membuat objek dari kelas :
class Demo {
 public static void main(String[]args){
  Mahasiswa mhs;
  mhs = new Mahasiswa(“Rezki”,5211100048);
 }
}

2. Array
Tipe data ini memiliki kemampuan untuk menggunakan satu variabel yang dapat menyimpan sebuah data list dan kemudian memanipulasinya dengan lebih efektif.
Sebuah array akan menyimpan beberapa item data yang memiliki tipe data sama didalam sebuah blok memori yang berdekatan yang kemudian dibagai menjadi beberapa slot.

3. Interface 
Interface merupakan sekumpulan method yang hanya memuat deklarasi dan struktur method, tanpa detail implementasinya. Sedangkan detail dari method tersebut berada pada class yang mengimplementasikan interface tersebut. Interface digunakan bila Anda ingin mengaplikasikan suatu method yang spesifik,  yang tidak diperoleh dari proses inheritance yang lebih terbatas. Tipe data yang boleh pada interface hanya tipe data konstan.
Dan sekarang kita akan membahas mengenai operator logika 

·        Operator Aritmetika
·        Operator Relasi
·        Operator Logika

1.Operator Aritmatika

Adalah.operator yang digunakan untuk melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian atau operator yg digunakan untuk melakukan perhitungan pada bilangan. Berikut ini merupakan tabel yang berisi macam-macam operator aritmatika yang dapat digunakan pada PHP.
Operasi
Operator
Penambahan
+
Pengurangan
Perkalian
*
Pembagian
/
Sisa pembagian
%
Increment
++
Decrement
Contoh penggunaan operasi operator diatas:
$x = 100;
$y = 10;
Operasi
Operator
Contoh Sintaks
Hasil
Penambahan
+
$x + $y
110
Pengurangan
$x – $y
90
Perkalian
*
$x * $y
1000
Pembagian
/
$x / $y
10
Sisa Pembagian
%
$x % $y
0
Increment
++
$x++
101
Decrement
$x–
99

Berdasarkan contoh diatas, yang dimaksud dengan sisa pembagian adalah sisa dari hasil pembagian bukan hasil dari pembagian. Pada contoh diatas $x % $y = 0. Hasil ini didapat dari rumus sebagai berikut : $x – ($y * ($x / $y)).
Pada contoh diatas 50 / 10 = 5. Lalu 50 – (10 * 5) = 0.
Nah, sudah jelas kan dari mana nilai 0 itu didapat. Untuk lebih jelasnya saya akan memberikan satu contoh lagi :
misalkan nilai variabel $y diganti 6 untuk menghasilkan nilai hasil module division, pertama kita hitung adalah100/6 = 16,6 tapi kita mengambil nilai bulatnya saja, sehingga nilainya 16.
Catatan : Untuk nilai pecahan selalu diambil nilai bulatnya saja. misalkan nilai yang didapat 13,85 maka apabila diambil nilai bulatnya maka akan menjadi 13.

2.Operator Relasi

Adalah operator penghubung yang berupa benar atau salah, sesuai dengan teorinya bahwa operator relasi mengeluarkan tipe data Boolean sehingga contoh program di atas mengeluarkan output true atau false.
Contoh :
10>3 ;// true, kemudian
7<3;// false.

3.Operator Logika

Adalah Operator yang digunakan untuk menggabungkan dua kalimat sehingga terbentuk kalimat gabungan. Nilai kebenaran kalimat gabungan ini ditentukan oleh nilai kebenaran dari kalimat-kalimat pembentuknya. Operator logika di sini bertindak sebagai fungsi.
Dan dalam kehidupan sehari hari dapat diambil contoh konjungsi magnetik misalnya:
A: Hari ini cuaca mendung
B: Hari ini akan hujan
C: Hari ini cuaca mendung dan hari ini akan hujan
D: Hari ini cuaca mendung karena itu hari ini akan hujan

nah demikian pembahasan pembahasan sedikit tentang java , dan di akhir mari kita coba untuk mengerjakan soal, kita coba sedikit praktekan heheh 

Buatlah Program dengan Output sbb :
x                 = 12
y                 = 3
x + y = 15
x - y = 9
x * y = 36
x / y = 4
x % y = 2


Program menghitung luas segi panjang
I.                Soal Latihan
Sebuah balok memiliki panjang 97cm dan lebar 34cm, berapakah luas dari balok tsb…
Script kode dan Output program dalam java

demikian pembahasan kita tentag java, sampai bertemu lagi di pertemuan berikutnya 
wassalamualaikum wr. wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar